Posts

Showing posts from October, 2014

Hmph.

Ori kemarin bilang saat kita makan malam,
katanya dia pikir saat kami belum pernah bertemu,
gw itu hipster banget.

Gw dengan muka tersinggung sambil nelen ocha dingin,
bingung mau keluarin kalimat di kepala yang mana dulu.
Jadilah, "Tapi ternyata???" yang duluan gw lontarkan.

"Ternyata biasa saja."

Okay, memang begitu adanya.
Itu yang mau gw dengar.
Gw memang biasa aja.

Tapi kenapa gw dibilang hipster?
Katanya kalau dilihat dari instagram... hal hal yang gw suka... sangat spesifik?
Kurang lebih begitu yang dia bilang.
Spesifik itu hal yang jelek kah?
Kemudian dia menambahkan soal penampilan dan gaya berpakaian.
Gw pikir gw cukup kasual...
Kalau ternyata kelihatannya begitu, berarti...
"Mungkin branding nya aja..." dia bilang sambil angguk angguk kepala botaknya.
"Berarti branding nya salah dong!"
Gw kekiiii.

Mungkin maksud dia spesifik itu... obscure? Apasih.
Tapi tunggu... sebenernya hipster tuh apaan deh?
Kenapa jg gw kesel dibilang hipster.
T…

sunrise, sunrise... looks like mornin' in your eyes~

Sun ke Jepang, akhirnya... Akhirnya pun, setelah beberapa tahun dia bertemu dengan orang yang dia rindu rindukan. Mungkin ini aneh, tapi rasanya, melihat postingan instagramnya, gw bisa merasakan kalau dia sangat sangat senang. Rasanya hangat, begitu. Rasanya aman dan nyaman. Gw senang, kayak, gw bener bener senang dia senang. Memang gw gak banyak ngobrol dengan Sun dibandingkan dulu, tapi gak berarti gw peduli karena gw selalu memperhatikan dari jauh. Terakhir kali kita ngobrol agak panjang, catch up sejenak, dan dia layaknya seorang kakak, ya... mendengarkan dan merespon dengan bijak. Ah... kok jadi sentimental :'( I feel like, all these feelings... belebeb belebeb beleber keluar dari dada. Rasanya seperti apa... I wonder. Gw juga pingin merasakan. Rasanya melihat orang yang dikangeni pertama kali di airport mungkin... berwujud, bisa disentuh, lalu mungkin dipeluk... itu rasanya kayak apa??? Mungkin mereka gak tahu harus ngomong apa selain "hey" lalu diam sambil berpel…

Kumaha damang?

Siapa sangka kalau ke Bandung yang rencananya kabur sejenak itu ternyata malah bikin nambah pikiran. Ha fucking ha. Dan juga gw gak bisa berhenti gelisah... Entah kenapa.
Tapi rasanya menyenangkan juga, bertemu teman teman baru.
Ori, Seanzha, Irfan, dan Tada (dan temannya Tada yang suaranya dahsyat itu).
I know I'm not the easiest person to be with. I promise I'll try to be more social. Terima kasih sudah menemani saya, kalian kalian. Dan gw sangat dimanja akhir akhir ini dengan hadiah hadiah... Ah. Ori dan Sean buatkan saya artwork senang sekali rasanya. Sampai terharu.
Ori menyebalkan tapi nyaman. Ngajakin ke selasar dan event hipster melulu. Menarik juga lihatin... Errr... Art scene nya bandung. Walaupun gw harus pasang tampang sok cool sok ngerti sama visual art. Dan kalau gw sakit habis ini, sebagian besar salah dia karena maksa gw ke ujung lembang tengah malam dengan baju seadanya.
Seanzha ternyata berbeda denganinternet  persona nya - dasar lookbooker, dan gw gak kaget kalau…

Pasti ada alasan yang baik kenapa pintu itu dipasang, ya kan?

Naked selfie, gapapa kan ya? Ya unless gw Jennifer Lawrence dan tiba tiba kesebar di internet. Jadi saat gw ngelihatin body gw di kaca dan foto foto sendiri... I mean, it's lumpy and all but... I feel good. Sampai tiba tiba ada yang buka pintu. Nyokap. Benci. Benci. Taiii.
Ya langsung gw tahan sih. Dan saat gw tanya mau ngapain, dia jalan sambil bete gitu - dan cuekin gw. Kayaknya dia kejeduk atau apa. Ya tapi bisa gitu yah ketok pintu kek. Dirumah sendiri aja gw gak bisa dapat privasi. Seberapa sering coba gw onani wanking (gw sering diketawain aneh karena bilang 'onani', soalnya 'coli' tuh geli banget) pembantu atau adek gw buka pintu. Atau saat gw telanjang pilih pilih baju nyokap masuk. Atau saat Stev dulu ganti celana nyokap masuk. Gak lucu sumpah.

Say You Love Me.

Image
Gw repeat terus lagu ini beberapa hari belakangan, kayak bukan lagu Jessie Ware biasanyah tapi lagu ini rasanya emosional sekali. Sampai sesak *_*
Dan dia cantik kali, matanya dekat, dan cuma duduk cantik diatas batu bohong bohongan sepanjang video tapi rasanya ... apa yah? Intimate? Gak tahu.
Aduh... *usapusapdada*



Say you love me to my face
I need it more than your embrace
Just say you want me, that's all it takes
Heart's getting torn from your mistakes

'Cause I don't wanna fall in love
If you don't wanna try,
But all that I've been thinking of
Is maybe that you might
Baby it looks as though we're running out of words to say
And love's floating away

Just say you love me, just for today
And don't give me time 'cause that's not the same
Want to feel burning flames when you say my name
Want to feel passion flow into my bones
Like blood through my veins

'Cause I don't wanna fall in love
If you don't wanna try,
But all that I've been thinking of

the perks of being a 25 y/o spoiled brat.

Kemarin itu gw bertemu Candra, main ke kosan nya yang trippy dan kayak tempat prostitusi.
Gw gak tahu, entah karena lampunya yang kelap kelip temaram atau kasurnya yang agak melesek di tengah atau mungkin musik dari laptopnya, tapi rasanya nyaman sekali.
Plus, ya, Candra nya, ternyata, he's a good company. Kita memang gak pernah hang out beneran, berdua gitu ngobrol beneran terlepas dari tiga hari bersama sama waktu syuting The Backseat.
Yang biasanya berisik berisik melengking ganggu, kemarin dia kaleman dan sok cool gitu.
Then we talked. Gw, gw curhat. Dan Candra being Candra. Mulut rese judes kayak cabe ulek.
Tapi yang paling bikin gw kaget, ngobrol sama Candra itu kayak ngobrol sama diri sendiri.
Diri sendiri, bagian dari diri gw yang selalu tunjuk tunjuk gw sambil merendahkan tapi apa yang dikatakannya itu memang benar adanya. Bagian dari diri gw yang gw umpetin di pojokkan dan gak gw dengerin karena gw memilih untuk mendengarkan gw yang lain, yang delusional, yang eskapis.
S…

- - -

7 months.
It is time for me to draw a line.
I'm tired to be the only one that's fighting.
I'm tired to be the one that keeps on throwing myself at you.
Can I hug you, can I kiss you, I miss you.. I love you.
Like, desperate much?
It's not fair to you,
it's not healthy for me.
So...

That is it.

Movie Journal - Sep 2014 (8)

Image
- Wolf Creek (Greg McLean, 2005)

Lumayan, olah raga jantung. Hati hati ya kalau backpacking.
- Martyrs (Pascal Laugier, 2008)

Film baru mulai sudah gembor gemboran. Astaga film ini bikin ngilu sampai ke perut. Saat gw pikir filmnya sudah mau habis gak tahunya cerita sesungguhnya baru mulai. Endingnya bikin gw nganga dan berspekulasi. I like it!
- Chef (Jon Favreau, 2014)

Feel good movie of the month. Nom nom. :9
- Oculus (Mike Flanagan, 2013)

Premis menarik tapi dragging gitu filmnya. Oke lah. Orang gila mana sih yang mau beli kaca kayak begitu. Ih. (gw yakin banyak sih yang demen barang antik, tapi kan.........)
- Neighbors (Nicholas Stoller, 2014)

Fun. Mau dong dildo bentukan Zac Efron punya.
- The Maze Runner (Wes Ball, 2014)

Filmnya yaudah. Karakter utamanya kepo banget. Keponya borderline ngeselin. Minho rambutnya on point. Dapet wax rambut darimana coba, unless dia arab kayak si Irfan.
- Like Father Like Son (Hirokazu Kore-eda, 2014)

Premisnya emang sinetron tapi film ini jujur tulus …

pensieve pt.2

Image
Notes dari mami saat dia menemukan tumpukan VCD bokep jaman SMA. Hahaha.



Sebelum ada Starbucks, sebelum Books and Beyond, sebelum Times.



Lipsync di kelas.



Artbound! Gw jadi ketua kelompok paling gak ada andil dan malas. Disuruh buat yell dari nama pohon. Pohon Ciakret. Saat kelompok teriak Ciakreeeet kemudian hening. Tai banget.


Pakai outfit warna primer h to t.

Kalung buah buahan.

Saat masa eksperimen warna meledak ledaknya sudah lewat.



Saat terhenyak lemas karena laptop ngedrop.