Posts

Showing posts from November, 2011

bukan batik, titik.

Gw membantu teman jaga booth di Brightspot kemarin. The Y Label, menjual kemeja kemeja tenun bermotif etnik, dasi serta dasi kupu kupu. I spent hours... HOURS - watching people. Yang keren yang gak keren yang biasa aja yang berlebihan yang cakep yang unik yang jelek yang tinggi sampai yang beneran pendek kaya bonsai - well, they do have three things in common. Berkeringat, kipas kipas, dan lepek. AHAHAHA.
Jadi yang rebek baju berlapis lapis itu, agak lucu dan sedih aja gitu gw lihatnya.
Tau enggak, kalau ternyata orang Indonesia aja, yang ngomel ngomel dan gak terima kalau batik diclaim oleh negara lain, masih gatau kalau batik itu seperti apa dan bagaimana membuatnya.
Masa kain The Y Label dibilang batik????
"Eh sini sini, lucu deh batik batik gitu..." "Eh, batik nih." "Ini batik gitu ya?" "Ini apa sih? Batik?" Batik batik batik batik. Goblok.
Halo, ini tenun, tapi motifnya etnik. Yang etnik, gak berarti batik. TITIK.
Cara membuatnya aja udah beda. Batik digamb…

*giggles*

Now everybody asks me why I'm smiling out from ear to ear. But I know uwowow!!!
:D

Belum saatnya, mungkin.

Jadi ceritanya gw pengangguran, dan suatu sore gw sedang nyanyi nyanyi gembira sambil megangin handphone seakan itu adalah mic. Tiba tiba handphone gw bergetar dan ternyata ada telepon masuk dengan nomor tak dikenal. Gw menjawab dengan suara gw yang paling cool (tak dikenal gitu, kapanpun, harus tetap cool, ya kan?) dan ternyata itu adalah kepala divisi design dari salah satu majalah laki laki di Jakarta. Dia tanya apakah gw ngirim cv ke mereka, dan gw dengan bingung jawab, "... uhmm yaa, tahun lalu. Saat saya mau magang. Sudah interview juga dan ditolak. Sudah balik lagi segala ambil portfolio. Katanya situ gak terima magang. Lupa ya? Kok tai sih??" Tapi enggak.
Gw cuma ngomong ,"... uhmm yaa, tahun lalu. Saat saya mau magang."
Lalu dia menjawab dengan oh tahun lalu pas magang ya lalu sekarang sudah lulus dan tak ada kegiatan kampus tertarik enggak bergabung dengan lalalala.
"Saya tidak menutup kemungkinan sih... boleh, saya mau datang untuk interview."
Dia mint…

this is just... beautiful.

I will love you as a drawer loves a secret compartment, and as a secret compartment loves a secret, and as a secret loves to make a person gasp, and as a gasping person loves a glass of brandy to calm their nerves, and as a glass of brandy loves to shatter on the floor, and as the noise of glass shattering loves to make everyone else gasp, and as someone else gasping loves a nearby desk to lean against, even if leaning against it presses a lever that loves to open a drawer and reveal a secret compartment.
I will love you until all such compartments are opened and discovered, and until all the secrets have gone gasping into the world.
I will love you until all the codes and hearts have been broken and until every anagram and egg has been unscrambled.
Lemony Snicket.